Urgensi Pembelajaran Qawa’id Al-I’lal dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Santri PPTI Al-Falah Salatiga
Urgensi Pembelajaran Qawa’id Al-I’lal
dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Santri PPTI Al-Falah Salatiga
Oleh: Nurul Humaidah (53040290031)
Kitab kuning merupakan ciri khas pondok
pesantren terutama dalam pesantren salaf. Metode dalam menterjemahkan kitab
kuning terkesan unik, banyak disoroti oleh kalangan di luar pesantren. Pondok
pesantren salaf mempunyai metode tersendiri dalam mengajarkan agama Islam
terhadap santri, yaitu metode memaknai kitab kuning dengan Arab pegon, sorogan,
dan bandongan. Ketiga istilah ini sangat popular di kalangan pesantren,
terutama yang masih menggunakan kitab kuning sebagai sarana pembelajaran utama.
Metode-metode Pengajaran Kitab Kuning
Terhadap Santri
Pertama, metode memaknai kitab kuning
dengan Arab pegon yaitu metode proses belajar mengajar yang ada di pesantren
dari kyai membacakan, menerjemehkan, dan menerangkan isi dari kitab kuning
tersebut. Sedangkan, santri mendengarkan, menyimak, dan mencatat apa yang
disampaikan oleh kyai dari pembelajaran tersebut.
Kedua, metode sorogan merupakan metode
pembelajaran yang diterapkan pesantren hingga kini, terutama di pesantren
salaf. Setiap santri akan mendapat kesempatan untuk belajar secara langsung dengan
uztadz atau kyai. Dengan metode ini, kyai tersebut dapat membimbing, mengawasi,
dan menilai kemampuan santri secara langsung.
Ketiga, metode bandongan hampir sama dengan
metode memaknai kitab dengan Arab pegon, yaitu sama-sama kyai mengajarkan dari
kitab kuning itu kepada santri. Tetapi, dalam metode bandongan ini di lakukan
secara keseluruhan dari semua santri. Berbeda dengan memaknai kitab kuning,
yaitu ada tingkatan-tingkatan kelas, mulai dari kitab dasar sampai kitab-kitab
yang tinggi.
Urgensi Belajar Qowa’idul I’lal untuk
Membaca Kitab Kuning
Kitab atau bahan ajar untuk bisa membaca
kitab kitab kuning para santri adalah Qowa’idul I’lal karya Kyai Mundzir
Nadzir yang berjudul "قَوَاعِدُ
الإعْلَالِ فِي الصَرْفِ الْمَدَارِسِ الإبْتِدَاٍيَةِ". I’lal sendiri
merupakan sebuah istilah yang penggunaanya sering di gunakan dalam memastikan benar
tidaknya cara membaca sebuah kalimah sesuai dengan kaidah I’robnya tersebut.
Belajar Qowa’idul I’lal itu sangat
penting bagi santri guna untuk memudahkan dalam pembacaan kitab kuning para
santri. Dengan mempelajari i’lal ini tentunya kita harus memahami
tentang wazan-wazan fi’il. I’lal sendiri memiliki penegertian yaitu
merubah huruf ilat (واو. الف, ياء) supaya menjadi
ringan dan mudah di dalam pengucapannya. Jadi, Qowa’idul I’lal ini
penting dipelajari karena supaya para santri mengetahui perubahan-perubahan
bentuk kalimat pada bahasa Arab. Kadang ada beberapa huruf yang harus ditambahkan,
dipindahkan baik harokat maupun hurufnya, disukunkan, diganti hurufnya, bahkan
ada pembuangan salah satu huruf dari kalimat tersebut. Selain itu, para santri
juga dapat memahami asal mauasal bentuk asli dari kalimat. Drmus cara tersebut
tentu ada kaidah-kaidah masing-masing, tidak bisa para santri asal mengubah
sendiri. Oleh karena itu, kaidah tersebut dikenal dengan Qowa’idul I’lal.
Komentar
Posting Komentar